20 Contoh Produk Digital
Dalam era digital yang semakin maju, hampir semua aspek kehidupan kita tersentuh oleh teknologi. Dari cara belajar, bekerja, hingga berkreasi, produk digital memegang peranan penting. Produk digital sendiri adalah segala sesuatu yang dibuat, didistribusikan, dan digunakan secara elektronik tanpa bentuk fisik. Tidak hanya mempermudah akses, produk digital juga membuka peluang baru bagi kreator dan pelaku bisnis untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Banyak orang mungkin sudah sering menggunakan produk digital tanpa menyadarinya. Mulai dari ebook yang dibaca di tablet, kursus online yang diikuti dari rumah, hingga musik yang diputar lewat aplikasi streaming. Semua itu termasuk produk digital. Produk ini tidak hanya praktis dan hemat waktu, tapi juga fleksibel karena bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Melihat keragamannya, kita bisa membagi produk digital menjadi beberapa kategori utama yang populer digunakan dan dijual.
Apa Itu Produk Digital
Produk digital adalah segala bentuk barang atau layanan yang ada dalam bentuk elektronik dan bisa diakses melalui perangkat digital seperti komputer, smartphone, atau tablet. Produk ini berbeda dengan produk fisik karena tidak memiliki bentuk nyata yang bisa disentuh. Alih-alih dikirim melalui kurir atau disimpan di rak, produk digital bisa diunduh, diputar, atau digunakan langsung dari internet.
Keunggulan produk digital antara lain distribusi yang cepat, biaya produksi yang relatif rendah, serta fleksibilitas penggunaan. Pengguna bisa mengakses produk digital kapan saja, di mana saja, dan dari perangkat apa saja tanpa harus menunggu pengiriman atau menghadapi keterbatasan stok. Dari sisi kreator atau pelaku bisnis, produk digital memungkinkan menjangkau pasar global, mengurangi biaya produksi, dan menciptakan peluang pendapatan berulang melalui penjualan langsung, langganan, atau lisensi.
Produk digital hadir dalam berbagai bentuk dan kategori. Contohnya ada ebook yang memberikan informasi atau hiburan dalam format digital, ecourse yang membantu orang belajar secara online, hingga software dan aplikasi yang mempermudah pekerjaan sehari-hari. Ada juga musik, video, foto, template desain, dan aset digital lain yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan kreatif. Keberagaman bentuk inilah yang membuat produk digital sangat menarik dan relevan untuk semua kalangan, dari individu hingga perusahaan besar.
Kategori Produk Digital
Sebelum membahas 20 contoh produk digital, penting untuk mengenal kategori-kategori utama dari produk digital. Setiap kategori memiliki karakteristik dan manfaat berbeda yang bisa digunakan untuk keperluan belajar, hiburan, maupun bisnis.
Ebook
Ebook adalah buku dalam bentuk digital yang dapat dibaca di komputer, tablet, atau smartphone. Produk ini memungkinkan pembaca mengakses informasi atau cerita secara instan tanpa harus membeli buku fisik. Ebook bisa berupa novel, buku panduan, atau materi edukasi. Keuntungan ebook selain praktis adalah mudah didistribusikan dan dijual secara online ke banyak orang.
Ecourse
Ecourse adalah kursus online yang memberikan pengalaman belajar interaktif. Biasanya berisi video, modul, kuis, dan bahan pendukung lain yang memudahkan peserta belajar secara fleksibel. Produk digital ini populer karena memungkinkan siapa saja belajar dari rumah tanpa harus hadir di kelas. Ecourse bisa mencakup topik mulai dari bahasa, desain, pemrograman, hingga pengembangan diri.
Template Digital
Template digital adalah desain siap pakai yang mempermudah pekerjaan kreatif. Bisa berupa template presentasi, media sosial, website, atau Excel. Dengan template, pengguna tidak perlu membuat desain dari nol, cukup menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Template digital sangat populer karena membantu mempercepat proses kreatif dan tetap menghasilkan tampilan profesional.
Software
Software atau perangkat lunak adalah produk digital yang memberikan solusi tertentu. Bisa berupa aplikasi produktivitas, software editing video, aplikasi desain, atau tools khusus lainnya. Software memungkinkan pengguna melakukan tugas lebih efisien. Produk digital ini biasanya dijual melalui lisensi atau model langganan, dan banyak diminati karena fungsinya yang praktis dan langsung dapat digunakan.
Musik, Foto, dan Video
Produk digital juga mencakup media hiburan dan kreatif seperti musik, foto, dan video. Musik digital bisa berupa lagu, instrumental, atau efek suara untuk proyek pribadi maupun komersial. Foto digital biasanya berupa stok foto atau ilustrasi profesional, sedangkan video bisa berupa klip pendek, animasi, atau tutorial. Produk digital jenis ini banyak digunakan oleh konten kreator maupun perusahaan untuk menunjang konten visual dan audio mereka.
Aset Desain Digital
Aset desain digital termasuk ikon, font, ilustrasi, mockup, dan elemen grafis lainnya. Produk digital ini sangat berguna untuk desainer dan kreator konten karena mempercepat pembuatan materi visual tanpa harus membuat semuanya dari awal. Selain itu, aset desain digital bisa digunakan untuk berbagai proyek mulai dari media sosial, website, hingga materi promosi.
20 Contoh Produk Digital yang Populer
Setelah memahami kategori-kategori produk digital, kini saatnya mengenal 20 contoh produk digital yang populer dan banyak digunakan saat ini. Contoh-contoh ini mencakup berbagai kategori mulai dari edukasi, hiburan, hingga kreativitas digital. Mengetahui contoh produk digital populer akan membantu siapa saja melihat peluang yang ada dan mungkin memunculkan ide untuk menciptakan produk digital sendiri.
1. Template Canva
Kalau ngomongin contoh produk digital yang paling populer sekarang, template Canva pasti termasuk salah satunya. Banyak orang sekarang pakai Canva karena gampang banget buat bikin desain. Tinggal drag and drop, geser sana sini, ganti warna, teks, atau gambar, desain langsung kelihatan profesional. Canva juga sudah menyediakan ribuan aset dan template siap pakai, jadi kita nggak perlu mulai dari nol. Mau bikin poster, banner, feed Instagram, hingga undangan digital, semua bisa dibuat dengan cepat dan gampang.
Tapi meskipun gampang, bukan berarti bikin desain yang bagus itu mudah. Template yang ada di Canva biasanya sudah dipakai banyak orang, jadi kalau cuma pakai yang itu aja, desain kita bisa kelihatan biasa banget atau bahkan basi. Kalau bikin dari nol juga ribet, harus mikirin layout, warna, font, dan elemen desain satu per satu. Nah, di sinilah template Canva yang dirancang khusus jadi sangat berharga. Dengan template ini, kita bisa langsung ubah konten sesuai kebutuhan, tetap terlihat unik, tapi nggak perlu buang waktu bikin semuanya dari awal.
Banyak orang rela keluar duit untuk beli template Canva karena memang menghemat waktu dan tenaga. Misalnya seorang pebisnis kecil yang mau promosi produk di media sosial, dia nggak punya waktu berjam-jam buat bikin desain. Cukup pilih template, ganti foto produk, ganti teks, dan posting deh. Hasilnya cepat, rapi, dan profesional. Sama juga untuk content creator yang butuh banyak variasi desain, seperti thumbnail YouTube atau feed Instagram. Dengan template Canva, semuanya bisa lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas visual.
Selain itu, template Canva fleksibel banget. Hampir semua elemen bisa diedit, mulai dari font, warna, layout, sampai ilustrasi. Jadi meskipun template awalnya terlihat mirip dengan yang orang lain pakai, kita tetap bisa bikin versi kita sendiri yang unik. Inilah alasan kenapa template Canva jadi salah satu contoh produk digital yang banyak dicari dan diminati. Orang nggak cuma butuh kemudahan, tapi juga hasil desain yang bisa mewakili gaya atau brand mereka.
Template Canva juga membuka peluang bisnis bagi kreator. Banyak desainer profesional yang bikin template dan jual secara online, baik di marketplace khusus atau di website sendiri. Satu template bisa dibeli banyak orang tanpa harus dibuat ulang, jadi kreator bisa dapat penghasilan pasif. Tren ini makin meningkat karena kebutuhan konten visual digital terus naik, apalagi di era media sosial dan pemasaran online.
Intinya, meskipun Canva membuat desain jadi gampang, tantangan bikin desain yang unik tetap ada. Template Canva menjadi solusi praktis dan cepat, tetap memungkinkan kreativitas, dan hasilnya profesional.
2. Template Excel
Excel sering kali dianggap sulit dan membingungkan oleh banyak orang, apalagi ketika harus menghitung data atau membuat laporan dari nol. Di sinilah template Excel hadir sebagai salah satu contoh produk digital yang membantu. Dengan template, proses perhitungan menjadi lebih mudah dan cepat. Misalnya template anggaran rumah tangga, laporan penjualan, atau jadwal proyek, semua tinggal diisi datanya tanpa harus memikirkan rumus dari awal.
Template Excel membuat pekerjaan yang biasanya memakan waktu bisa selesai lebih cepat. Semua formula sudah siap pakai, sehingga pengguna tinggal menyesuaikan angka atau informasi sesuai kebutuhan. Ini sangat membantu bagi orang yang bukan ahli Excel tapi tetap ingin hasil yang rapi dan akurat.
Bagi kreator, membuat template Excel juga relatif mudah. Yang dibutuhkan hanya menata layout, menambahkan formula yang sesuai, lalu mengekspor file. Setelah itu template bisa dijual sebagai contoh produk digital. Satu template bisa digunakan banyak orang, sehingga usaha kreator bisa berulang tanpa harus membuat ulang setiap kali ada pembeli baru.
Template Excel juga fleksibel. Bisa digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis kecil, atau perencanaan proyek. Misalnya template perencanaan keuangan bulanan, laporan stok barang, atau jadwal tim. Dengan format yang rapi dan formula siap pakai, pekerjaan menjadi lebih efisien dan risiko kesalahan berkurang.
Singkatnya, template Excel adalah contoh produk digital yang praktis dan bermanfaat. Bagi pengguna, pekerjaan lebih cepat dan rapi. Bagi kreator, membuat dan menjual template ini adalah peluang yang relatif mudah tapi tetap bernilai. Jadi, template Excel menjadi pilihan yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa ribet.
3. Template Elementor
Elementor adalah salah satu plugin page builder WordPress yang paling populer saat ini. Banyak orang memilih Elementor karena memungkinkan pembuatan website hanya dengan drag and drop, tanpa harus menulis kode dari awal. Dengan Elementor, siapa saja bisa membuat tampilan website yang menarik secara visual, meski tanpa pengalaman teknis.
Tapi sama seperti Canva, bikin website dengan Elementor ternyata tidak semudah kelihatannya. Apalagi kalau masih awam di bidang UI/UX, hasilnya bisa terlihat asal-asalan, kurang rapi, atau bahkan website-nya tidak jadi-jadi karena bingung mengatur layout dan elemen. Masalah ini membuat template Elementor menjadi salah satu contoh produk digital yang sangat dibutuhkan.
Dengan template Elementor, proses membuat website jadi jauh lebih cepat dan mudah. Pengguna cukup mengimpor template yang sudah jadi, kemudian menyesuaikan teks, gambar, dan warna sesuai kebutuhan. Tidak perlu mulai dari nol, sehingga risiko hasil website buruk bisa diminimalkan. Hal ini juga membuka peluang besar bagi kreator untuk menjual template Elementor, karena banyak orang yang ingin punya website profesional tanpa harus belajar desain web dari awal.
Selama Elementor tetap populer dan orang masih butuh website, peluang jualan template ini tetap terbuka lebar. Template Elementor termasuk contoh produk digital yang diminati karena memberikan solusi cepat bagi pengguna dan peluang bisnis menjanjikan bagi kreator.
4. Template Undangan Digital
Undangan digital adalah undangan yang dibuat dalam format elektronik dan bisa dibagikan secara online. Biasanya formatnya berupa video pendek atau website interaktif, sehingga tamu yang diundang bisa melihat undangan langsung dari ponsel atau komputer tanpa harus menerima undangan fisik. Undangan digital kini semakin populer karena praktis, hemat biaya, dan bisa lebih kreatif dibandingkan undangan cetak.
Trend penggunaan undangan digital untuk acara seperti pernikahan, khitanan, wisuda, dan berbagai momen spesial lainnya terus meningkat. Trend ini otomatis menjadi peluang bisnis yang besar. Banyak orang ingin undangan yang menarik dan unik, tapi tidak semua punya waktu atau kemampuan membuatnya sendiri. Inilah alasan mengapa template undangan digital menjadi salah satu 20 contoh produk digital yang diminati.
Sebagai kreator, kamu bisa menjual template undangan digital dalam berbagai format. Misalnya format PPT (PowerPoint) untuk video undangan yang bisa diedit dengan mudah, atau format JSON khusus Elementor untuk undangan berbasis website. Template ini memungkinkan pembeli langsung menyesuaikan konten, gambar, dan warna sesuai kebutuhan tanpa harus mulai dari awal.
Selain menjual template, peluang bisnisnya bisa lebih besar lagi kalau kamu menawarkan jasa pembuatan undangan digital sekaligus. Dengan cara ini, pembeli yang ingin hasil lebih personal atau kompleks bisa langsung pesan jasa, sementara mereka yang ingin solusi cepat tetap bisa membeli template siap pakai. Strategi ini membuat template undangan digital tidak hanya berguna, tapi juga menguntungkan bagi kreator.
5. Worksheet Anak
Worksheet anak termasuk salah satu contoh produk digital yang populer dan bisa ditemui di banyak tempat. Produk ini biasanya berupa template printable untuk kegiatan anak-anak. Formatnya sering dibuat di Canva sehingga kamu bisa dengan mudah mengedit dan mencetaknya. Worksheet ini berisi berbagai aktivitas seperti mewarnai gambar, menggunting bentuk, menebalkan huruf atau angka, menyusun puzzle, dan latihan menulis. Aktivitas tersebut membantu mengasah kreativitas, motorik halus, dan kemampuan belajar anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
Karena produk ini sudah populer, persaingannya cukup ketat dan bahkan bisa masuk kategori red ocean. Banyak penjual menawarkan worksheet anak dengan harga bersaing, sehingga kamu perlu strategi khusus agar produk tetap menonjol. Salah satu cara adalah fokus pada niche tertentu, misalnya worksheet untuk anak usia 3-5 tahun, tema hewan atau profesi, atau versi bilingual. Dengan pendekatan ini, produkmu bisa memiliki ciri khas dibandingkan yang lain.
Kualitas desain dan kemudahan penggunaan juga sangat penting. Template harus rapi, mudah dicetak, dan aktivitasnya jelas agar anak-anak bisa mengikuti dengan mudah. Kamu bisa menambahkan elemen interaktif sederhana seperti petunjuk langkah demi langkah atau warna-warna menarik supaya worksheet lebih engaging. Variasi template dan paket bundling juga dapat membantu produk menonjol di tengah persaingan yang ketat.
6. Template PowerPoint
Meskipun sekarang popularitas Canva agak naik daun, PowerPoint tetap punya banyak peminat. Masalahnya, kadang orang tidak punya waktu untuk membuat presentasi dari nol. Bahkan hanya memikirkan kontennya saja sudah bikin pusing, apalagi harus menata desain slide agar terlihat rapi dan profesional.
Solusinya adalah template PowerPoint. Dengan template siap pakai, orang tinggal mengganti teks, gambar, atau grafik sesuai kebutuhan tanpa harus memikirkan layout dari awal. Template ini termasuk salah satu contoh produk digital yang banyak dicari karena menghemat waktu dan tenaga bagi penggunanya.
Kalau kamu lagi punya waktu luang, coba manfaatkan waktunya buat bikin template PowerPoint. Setelah template jadi, kamu bisa menjualnya secara online. Produk ini bisa dijual ke pelajar, profesional, atau siapa saja yang butuh presentasi cepat dan menarik, sehingga sekaligus membuka peluang bisnis dari contoh produk digital ini.
7. Preset Lightroom
Preset Lightroom termasuk salah satu contoh produk digital yang banyak menghasilkan uang. Lightroom sendiri populer banget, terutama di kalangan anak muda, karena memudahkan untuk membuat foto-foto estetik dan menarik tanpa harus mengedit dari nol. Banyak orang yang berhasil mendapatkan penghasilan besar hanya dari jualan preset ini, sehingga bisa jadi peluang bisnis yang gurih.
Ada beberapa cara jualan produk digital berupa preset Lightroom. Salah satunya adalah membeli template dengan lisensi PLR (private label rights) yang legal dan bisa dijual lagi. Dengan cara ini, preset siap pakai dan tinggal di-marketing. Kalau punya taste editing yang bagus, kamu juga bisa bikin preset dari nol sesuai gaya sendiri. Kreativitas sangat berperan, terutama dalam menentukan warna, tone, dan vibe preset agar menarik bagi target pasar.
Strategi lain adalah mengelompokkan preset berdasarkan niche atau vibes tertentu, misalnya untuk foto outdoor, feed Instagram aesthetic, travel, atau fashion. Setelah itu, kamu bisa jual preset ini di media sosial seperti TikTok, Instagram, atau marketplace digital. Dengan promosi yang tepat, penjualan bisa cepat laku, dan potensi pendapatannya cukup besar. Jualan preset Lightroom jelas menjadi salah satu dari 20 contoh produk digital yang prospeknya sangat menarik.
8. Prompt AI
AI sekarang lagi berkembang pesat dan digunakan di banyak bidang. Ada tools AI untuk menulis konten seperti ChatGPT, buat desain grafis seperti MidJourney atau DALL-E, bikin video seperti Runway, sampai AI untuk musik dan coding. Umumnya manusia berinteraksi dengan AI lewat prompt, yaitu perintah atau instruksi yang kamu berikan supaya AI bisa menghasilkan apa yang diinginkan.
Masalahnya, meracik prompt yang tepat agar AI menghasilkan output sesuai ekspektasi itu tidak gampang. Butuh eksperimen, trial and error, dan pemahaman cara kerja AI. Itulah kenapa banyak orang lebih memilih membeli prompt yang sudah jadi, daripada harus pusing mencoba sendiri. Prompt ini termasuk salah satu contoh produk digital yang laku karena bisa langsung dipakai tanpa ribet.
Peluang bisnisnya juga cukup oke. Modalnya bahkan hampir tidak ada, kamu hanya perlu menyediakan waktu luang untuk ngulik dan bikin prompt. Setelah jadi, prompt bisa dijual di marketplace digital, grup media sosial, atau platform yang mendukung jual beli produk AI. Dengan permintaan AI yang terus meningkat, menjual prompt bisa menjadi salah satu cara menghasilkan uang dari contoh produk digital dengan mudah dan efisien.
9. Akun AI Premium
AI biasanya punya versi gratis, tapi kalau mau fitur lengkap dan hasil yang lebih oke, harus pakai versi premium. Selain jualan prompt, akun AI premium juga bisa jadi salah satu contoh produk digital yang bikin peluang cuan. Banyak orang pengen akses premium tapi bingung bayar karena AI dari luar negeri biasanya cuma nerima PayPal atau kartu kredit.
Kalau kamu mau sedikit ribet, misalnya bikin akun PayPal atau kartu kredit, bisa beli akun AI premium dan jual lagi ke orang yang kesulitan bayar langsung. Harganya bisa dinaikin dikit, tetap legal, dan banyak yang minat. Tapi jangan sekali-kali jual akun ilegal karena bisa bermasalah, menimbulkan dosa, bisa dipidana, dan jelas bukan contoh produk digital yang aman.
10. Template Copywriting
Template copywriting termasuk salah satu contoh produk digital yang target customernya agak spesifik. Biasanya pembeli adalah pebisnis, marketer, atau content creator yang ingin menulis konten cepat tapi tetap efektif. Justru karena targetnya spesifik, produk ini punya kelebihan tersendiri: peluang untuk menjual ke orang yang benar-benar butuh lebih tinggi dibanding produk massal yang biasa dijual di pasar ramai.
Membuat template copywriting sebenarnya gampang banget. Modal utamanya cuma fokus, kreativitas, dan Google Docs saja sudah cukup. Template copywriting sendiri adalah dokumen siap pakai yang berisi struktur atau kerangka tulisan, misalnya untuk email marketing, sales page, caption media sosial, atau iklan. Pembeli tinggal menyesuaikan sedikit konten sesuai kebutuhan mereka tanpa harus mikirin struktur dan kata-kata dari awal.
Distribusi template copywriting juga sangat mudah. Kamu bisa membagikannya via Google Docs atau format digital lain yang mudah diakses. Tidak ada stok fisik, jadi sekali bikin, bisa dijual berkali-kali tanpa batas. Untuk meningkatkan penjualan, bisa ditambahkan bonus seperti update gratis jika template dikembangkan atau ditambah versi baru. Strategi ini membuat pembeli merasa lebih mendapatkan nilai dan mendorong mereka membeli lebih cepat.
11. Ebook
Sejak pertama kali saya masuk ke dunia IMERS sampai sekarang, ebook termasuk salah satu contoh produk digital yang nggak ada matinya. Terutama ebook dengan niche make money atau cara menghasilkan uang. Peminatnya banyak banget, jadi gampang buat dapetin sales. Apalagi kalau pake iming-iming penghasilan dan kesuksesan, wah bisa makin tergila-gila tuh.
Cara bikin ebook sama saja seperti bikin buku biasa. Idealnya, kamu sudah harus menjadi expert di bidang yang ingin dijadikan buku. Kalau belum, ada dua konsekuensi: bisa tetap laku tapi pembeli akhirnya kecewa, atau malah nggak laku sama sekali. Memang bisa sih pakai AI untuk bantu bikin ebook, tapi kalau full AI biasanya hasilnya kurang rapi dan terasa ancur. Jadi untuk membuat ebook berkualitas, sebaiknya punya pengetahuan yang memadai dulu.
Kalau kamu belum expert tapi ingin mulai jualan ebook, ada cara lain yang legal dan praktis: beli ebook PLR (private label rights) yang bisa direbrand dan dijual lagi. Dengan begitu, kamu nggak perlu nunggu sampai jadi expert, tetap bisa punya produk sendiri, dan masuk ke pasar contoh produk digital dengan cepat.
12. Workshop/Kursus Online
Workshop atau kursus online termasuk salah satu contoh produk digital yang laris banget, terutama kalau topiknya tentang make money atau dikasih embel-embel kesuksesan. Banyak orang tertarik karena ingin belajar langsung dari orang yang dianggap ahli dan berharap bisa meniru kesuksesan tersebut. Tapi tanggung jawabnya cukup besar, karena kamu harus memberikan dukungan atau support ke member secara berkelanjutan. Ini bukan sekadar bikin materi dan upload, tapi juga harus siap menjawab pertanyaan, memberi feedback, atau meng-update materi bila diperlukan.
Karena tanggung jawab itu, workshop dengan topik make money atau topik serius lain sebaiknya hanya dibuat kalau kamu memang sudah expert. Kalau belum, risiko kecewa dan reputasi buruk cukup tinggi. Sebagai gantinya, kamu bisa fokus ke workshop dengan topik yang lebih ringan dan tetap menarik, tapi tidak perlu menjadi ahli dulu. Contohnya workshop tutorial software sederhana, tips produktivitas sehari-hari, cara pakai aplikasi tertentu, atau kelas hobi seperti memasak, kerajinan tangan, atau menggambar. Topik-topik ini tetap punya pasar karena banyak orang ingin belajar hal baru dengan cara yang mudah dan praktis.
Membuat workshop online sebenarnya cukup gampang. Materinya bisa direkam sesuai kebutuhan, baik dengan merekam layar saat menjelaskan software atau aplikasi, atau rekaman biasa jika topiknya lebih visual atau praktis. Setelah materi siap, tinggal di-upload ke platform LMS sendiri, atau marketplace kursus online seperti Udemy atau Skillshare. Tanpa perlu stok fisik atau pengiriman, workshop bisa dijual berkali-kali dan menjangkau banyak orang sekaligus. Dengan cara ini, workshop tetap termasuk contoh produk digital yang bisa dijalankan dengan relatif mudah asalkan topiknya sesuai target audiens.
Selain itu, workshop online bisa dikembangkan lebih jauh dengan menambahkan bonus seperti Q&A session, grup komunitas untuk peserta, atau update materi secara berkala. Hal ini membuat peserta merasa mendapatkan nilai lebih dan sekaligus meningkatkan peluang repeat order atau testimoni positif yang membantu promosi. Meskipun tanggung jawabnya lebih ringan dibanding workshop profesional, produk ini tetap memberi pengalaman belajar yang nyata dan peluang bisnis digital yang menjanjikan.
13. Stock Photo / Foto Stok
Foto stok termasuk salah satu contoh produk digital yang bisa menghasilkan uang. Foto-foto yang menumpuk di galeri ternyata bisa disulap jadi duit jika dijual ke situs-situs mikrostok seperti Shutterstock, Adobe Stock, iStock, atau Depositphotos. Banyak orang mencari foto untuk keperluan website, artikel, iklan, dan media sosial, sehingga peluangnya cukup besar.
Tapi jangan asal upload foto atau pap random. Foto harus jelas dan spesifik, misalnya tema bisnis, makanan, alam, lifestyle, atau teknologi. Sebelum mulai, lakukan riset dulu tentang jenis foto yang banyak dicari di platform tersebut. Setelah tahu tren dan kebutuhan pasar, baru buat atau cari fotonya agar peluang laku lebih tinggi.
Penghasilan dari jualan foto stok mungkin tidak langsung besar, tapi jika diseriusin bisa jadi tambahan pendapatan yang lumayan. Semakin banyak foto berkualitas yang kamu upload, semakin besar peluang untuk mendapatkan royalti. Dengan strategi yang tepat dan konsistensi, jualan foto stok jelas termasuk contoh produk digital yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang nyata.
14. Gambar Ilustrasi
Selain foto, gambar ilustrasi juga termasuk contoh produk digital yang bisa menghasilkan uang. Banyak situs khusus yang menerima gambar ilustrasi, seperti Freepik, Adobe Stock, iStock, dan Shutterstock. Jenis gambarnya beragam, mulai dari vector, digital painting, flat design, hingga cartoon style, sehingga bisa memenuhi kebutuhan beragam pengguna.
Buat yang belum punya skill desain, bisa memanfaatkan AI seperti MidJourney, DALL-E, atau Leonardo AI untuk membuat ilustrasi. Sama seperti jualan foto stok, sebelum mulai sebaiknya riset dulu jenis ilustrasi yang banyak dicari atau sedang tren di platform tersebut. Setelah tahu, baru racik prompt untuk menghasilkan gambar sesuai kebutuhan pasar.
Supaya hasilnya lebih konsisten dan berkualitas, nggak ada salahnya berlangganan AI premium. Dengan begitu, kamu bisa menghasilkan ilustrasi yang lebih profesional, variatif, dan sesuai standar pasar. Strategi ini membuat jualan gambar ilustrasi tetap menarik sebagai contoh produk digital, sekaligus bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.
15. Software
Salah satu sumber kekayaan Steve Jobs, Bill Gates, Elon Musk, dan Mark Zuckerberg adalah dari jualan software. Ini membuktikan bahwa software bisa menghasilkan pendapatan yang sangat besar. Untuk memulai, tinggal riset problem atau kebutuhan yang ada, buat software yang bisa menyelesaikan masalah tersebut, lalu jual ke pasar yang membutuhkan. Produk digital ini jelas punya potensi cuan yang tinggi.
Tapi membuat software tidak gampang. Diperlukan skill pemrograman yang memadai, pemahaman algoritma, UX/UI, keamanan, dan kemampuan testing agar software berjalan lancar dan aman digunakan. Karena itu, bagi pemula mungkin lebih realistis untuk memulai sebagai reseller software dulu. Setelah punya modal dan pengalaman, baru bisa bikin software sendiri atau hire programmer untuk mewujudkannya.
Software termasuk salah satu contoh produk digital yang bernilai tinggi karena sekali dibuat, bisa dijual berkali-kali, bahkan ke perusahaan besar. Strategi riset yang tepat dan fokus pada problem nyata membuat software lebih cepat laku dibanding produk digital lain yang persaingannya ketat. Dengan pendekatan yang benar, ini bisa jadi sumber penghasilan yang signifikan.
16. Audio/Musik
Kebutuhan terhadap audio dan musik sekarang lagi tinggi banget. Banyak orang butuh musik atau audio buat video YouTube, podcast, iklan, game, atau aplikasi mobile. Jadi nggak heran kalau para content creator, marketer, dan developer game jadi pasar yang terus nyari audio siap pakai. Makanya audio/musik termasuk contoh produk digital yang laris manis.
Buat bikin audio atau musik sekarang juga nggak serumit dulu karena ada AI yang bisa bantu, misalnya AIVA, Soundraw, Boomy buat musik, atau Murf dan Descript buat audio seperti voice-over dan efek suara. Kuncinya adalah jelas dulu niche dan konsepnya. Misal musik, kamu harus tahu genre atau mood-nya; kalau audio, tentukan jenis efek atau voice-over yang dibutuhkan.
Setelah siap, distribusinya gampang. Kamu bisa upload ke platform jualan musik seperti AudioJungle, Pond5, Envato Elements, atau Bandcamp. Dengan cara ini, audio/musik bisa jadi sumber pendapatan yang menarik, apalagi kalau kualitasnya oke dan konsepnya pas dengan yang dicari pasar. Contoh produk digital seperti ini cocok banget buat yang ingin jualan berkali-kali tanpa stok fisik.
17. Assets Game/Desain
Assets untuk game atau desain termasuk contoh produk digital yang menarik. Produk ini biasanya berupa 3D model, ikon, sprite, UI kit, textur, atau template animasi yang banyak dijual di platform seperti Envato Elements, Unity Asset Store, atau GameDev Market. Meskipun permintaan tinggi, pembuatan assets ini agak tricky karena butuh skill desain, rendering, animasi, dan pemahaman format file agar bisa digunakan langsung oleh developer atau desainer.
Kalau sudah mahir membuat assets, peluang penghasilan bisa cukup gurih. Produk ini bisa dijual berkali-kali tanpa habis karena sifatnya digital dan reusable. Semakin banyak variasi dan kualitasnya, semakin besar peluang terjual. Assets juga diminati karena bisa menghemat waktu developer atau designer yang ingin cepat membuat proyek mereka.
Kalau kamu tertarik jualan assets, ada dua cara yang bisa ditempuh. Pertama, belajar dulu skill desain, rendering, animasi, atau 3D modeling, lalu bikin assets sendiri dari nol. Kedua, beli assets yang sudah jadi tapi punya lisensi PLR (private label rights) sehingga bisa dijual lagi. Setelah itu tinggal rebrand tipis-tipis, upload ke platform jualan aset, dan mulai jual. Strategi ini memungkinkan kamu punya produk digital berkualitas tanpa harus mulai dari awal.
18. Video Konten
Jualan video konten termasuk salah satu dari 20 contoh produk digital yang sangat menjanjikan. Target pembelinya biasanya para peternak akun media sosial yang malas bikin konten sendiri, affiliator yang butuh materi promosi, atau creator yang ingin punya stok video siap pakai. Produk ini diminati karena menghemat waktu dan tenaga orang yang ingin tetap aktif online tanpa harus membuat semuanya dari nol.
Cara bikinnya gampang. Kamu bisa syuting pakai HP, edit dikit kalau perlu—bahkan kadang nggak perlu diedit sama sekali karena ada pembeli yang justru nyari video mentah. Upload ke Google Drive atau platform sejenis, kasih link ke pembeli, dan beres. Jenis video yang peminatnya banyak biasanya video unboxing produk tanpa voice over buat main affiliate, video suara atau keadaan alam untuk relaksasi, video satisfying seperti ASMR atau slime, bahkan video random yang menarik perhatian orang juga laku.
Selain dijual, video ini juga bisa sekalian diupload di media sosial supaya penghasilan bertambah, misalnya dari iklan, affiliasi, atau monetisasi platform. Strategi ini menunjukkan bagaimana video konten masuk ke dalam 20 contoh produk digital yang fleksibel, bisa dijual berkali-kali, dan punya banyak peluang pendapatan.
19. Font
Kebutuhan akan font sekarang tinggi banget. Desainer grafis, content creator, marketer, dan pemilik bisnis sering cari font buat branding, presentasi, media sosial, atau website. Makanya font termasuk salah satu dari 20 contoh produk digital yang selalu dicari.
Kalau kamu mau jualan font, caranya bisa dimulai dengan bikin desain font di kertas dulu. Setelah itu tinggal di-scan dan upload ke situs pembuat font seperti Calligraphr. Dari situ, font bisa langsung digenerate jadi file OTF atau TTF yang siap dijual. Meskipun terdengar gampang, bikin font yang enak dipakai tetap butuh effort, kecuali kamu memang jago nulis atau desain huruf.
Supaya fontmu laku, konsepnya harus jelas dan konsisten. Tentuin dulu gayanya, mau modern, vintage, handwriting, script, atau serif. Lalu pastiin bentuk huruf, ketebalan, dan spacing antar huruf tetap konsisten. Dengan konsep yang jelas, fontmu bakal terlihat profesional, gampang dipakai orang, dan peluang laku lebih tinggi. Ini salah satu alasan kenapa font masuk daftar 20 contoh produk digital yang bisa dijual berkali-kali.
20. Template Notion
Notion adalah aplikasi serba bisa untuk mencatat, mengatur tugas, membuat database, atau bahkan manajemen proyek. Dengan Notion, semua catatan dan informasi bisa dikumpulkan di satu tempat dan lebih mudah diatur sesuai kebutuhan. Banyak orang memanfaatkan Notion untuk tetap rapi dan produktif tanpa harus buka banyak aplikasi berbeda.
Template Notion adalah layout atau struktur siap pakai yang bisa langsung digunakan di Notion. Misalnya ada template untuk habit tracker, project planner, kalender konten, atau catatan harian. Di Indonesia mungkin Notion belum terlalu populer, tapi tetap ada orang yang mencari template seperti ini untuk mempermudah hidup sehari-hari atau kerja.
Membuat template sebenarnya cukup mudah. Kamu tinggal buka Notion, atur halaman sesuai kebutuhan, tambah database, tabel, checklist, atau kalender. Setelah selesai, template bisa dibagikan lewat link digital. Yang penting desainnya rapi, jelas, dan mudah dipakai orang lain sehingga langsung terasa manfaatnya.
Untuk jualannya, template bisa dibagikan lewat marketplace digital, grup komunitas, atau media sosial. Bisa juga ditambah bonus atau update gratis supaya lebih menarik. Dengan cara ini, template Notion masuk ke daftar 20 contoh produk digital yang fleksibel, gampang dibuat, dan punya pasar yang jelas meskipun di Indonesia belum terlalu mainstream.
Produk PLR
20 contoh produk digital yang kami sebutkan di atas memang sangat populer dan memiliki permintaan pasar yang sangat tinggi. Sayangnya, cara membuat produk digital seperti itu tidak semudah kelihatannya. Apalagi bagi pemula yang masih belum memiliki skill membuat produk digital, membuat satu produk saja bisa kewalahan.
Solusinya, kamu bisa membeli produk plr. Produk PLR atau Private Label Right, adalah produk digital yang bisa kamu re-brand (ganti nama produknya, klaim sebagai produk buatanmu) dan bisa dijual kembali. Cara ini jauh lebih efektif dibandingkan membuat produk digital sendiri. Karena tinggal beli produknya > rebrand > dan jual kembali. Tidak perlu capek membuat produk dari nol.
Kabar baiknya, saya memiliki 180 lebih produk digital (dengan berbagai jenis seperti workshop, ebook, template, dan masih banyak lagi) dengan lisensi PLR yang bisa kamu rebrand dan jual kembali. Harganya murah, hanya Rp100 ribuan saja. Jika kamu tertarik silahkan klik tombol di bawah ini.